Mendayung di Tengah Karang
Mendayung di Tengah Karang By Fredy Salama Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh laut biru dan bukit karang yang tajam, hiduplah seorang pemuda bernama Danu. Ia dikenal sebagai anak yang sering melamun dan berbicara sendiri. Tidak ada yang tahu isi pikirannya, tetapi desas-desus di desa menyebutkan bahwa Danu tidak waras. Banyak yang menatapnya dengan iba, tetapi lebih banyak lagi yang mencemooh. “Dia itu seperti mendayung di tengah karang,” ujar seorang tetua desa. “Berusaha keras, tetapi hanya berakhir menyakiti dirinya sendiri.” Namun, Danu tidak pernah memedulikan omongan orang. Setiap pagi, ia akan berjalan menuju pantai dengan membawa perahu kecilnya. Perahu itu sudah tua, kayunya mulai lapuk, tetapi bagi Danu, itu adalah tempatnya merasa bebas. Di laut, ia tidak perlu mendengar ejekan atau melihat tatapan merendahkan. Di laut, ia hanya sendiri dengan pikirannya. Suatu pagi, Danu duduk di atas perahunya yang mengapung pelan. Ia menatap ke arah cakrawala, memikirkan semua...